Inilah mereka yang memiliki potensi menjadi pemain muda terbaik di Afrika Selatan.

Piala Dunia 2010 selalu memberikan kejutan, di antaranya munculnya pemain muda yang mengejutkan dunia dengan penampilannya.

Ambil contoh Michael Owen di Piala Dunia 2002. Pemain Inggris itu tampil luar biasa mengantar tim melangkah keluar dari fase grup sebelum akhirnya takluk di babak knock out perempat-final oleh Brasil.

Hal yang juga mungkin terjadi di Piala Dunia 2010, di mana tak sedikit pemain muda berbakat yang masuk ke skuad tim dari 32 negara kontestan yang berlangsung.

Ada pun kategori pemain muda di sini adalah mereka yang berusia di bawah 23 tahun. Dan inilah sepuluh pemain yang bisa menggetarkan Afrika Selatan dengan penampilan mereka.

- Joel Matip (Kamerun)

Masih berusia 19 tahun, namun pemain yang membela Schalke 04 itu sudah memiliki pengalaman yang cukup bermain di timnas. Bahkan sejak tahun lalu dia sudah menunjukkan potensinya sebagai bintang masa depan Kamerun di sektor tengah, pos yang ditempatinya hingga saat ini.

Rankingnya di Castrol Index juga terus menanjak tiap bulannya. Saat ini, dia menduduki peringkat 979 dari 1073 di bulan sebelumnya. Untuk pemain debutan, peningkatan peringkat itu sudah menunjukkan potensi yang luar biasa yang dimilikinya.

- Alexis Sanchez (Cile)

Pemain yang bermain untuk Udinese itu menunjukkan penampilan paling stabil sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2010 bersama Cile. Bahkan oleh media Amerika Latin, sukses Cile tak lepas dari pemain yang memiliki nomor punggung #7 itu.

Di Udinese dia juga menjadi pilihan utama tim di musim lalu, dan untuk musim depan klub raksasa Eropa sudah antri untuk bisa mengajukan tawaran terbaik.

Di papan peringkat Castrol Index, Alexis Sanchez melakukan lompatan yang sangat besar di banding bulan lalu. Saat ini, dia menduduki peringkat 253 dari sebelumnya mengisi pos 752.

- Angel Di Maria (Argentina)

Pemain ini merupakan produk dari akademi sepakbola Rosario Central. Dia memiliki kecepatan, teknik yang bagus dan kemampuan mengirim umpan dengan baik. Kapabilitas mencetak gol ke gawang lawan juga cukup tinggi.

Pemain berusia 22 tahun yang membela Benfica itu juga mulai diminati oleh raksasa Eropa. Real Madrid salah satunya, dan ketertarikan dari raksasa Spanyol itu bisa diartikan jika kualitas Di Maria sudah diakui.

- Carlos Vela (Meksiko)

Carlos Vela termasuk dalam salah satu pemain yang disebut dalam generasi emas sepakbola Meksiko, yang mengantar mereka memenangi Piala Dunia U-17 di Peru tahun 2005.

Kini, tahun ini, Vela diharapkan bisa memberi keajaiban untuk tim senior Meksiko bisa berbicara banyak di Afrika Selatan. Bahkan jika mungkin meraih gelar juara.

Vela memang tak mendapat tempat utama di skuad Arsenal musim ini, tapi dia mampu menimba ilmu dengan baik untuk bisa memaksimalkannya di timnas Meksiko.

- Efrain Juarez (Meksiko)

Salah satu punggawa generasi emas Meksiko. Pemain berusia 22 tahun itu menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemain belakang di sektor kanan dengan baik, bersama Meksiko atau pun Pumas UNAM, klubnya.

Pemilik nomor punggung 16 itu juga menjadi salah satu alternatif terbaik yang dimiliki Meksiko. Kemampuannya menyisir lapangan dan akurasi umpan silang yang dimilikinya membuat Meksiko kini banyak diwaspadai tim lain.

- Fabio Coentrao (Portugal)

Pemain kelahiran 11 Maret 22 tahun silam ini bermain untuk Benfica di musim lalu. Kemampuannya sebagai pemain belakang sudah tak diragukan lagi.

Pelatih Carlos Queiroz bahkan memberikan kepercayaan penuh pada Coentrao kala Pepe mengalami cedera. Pemilik nomor punggung 23 itu pun menjawab kepercayaan itu dengan baik. Sejumlah klub papan atas Eropa juga mulai menanyakan peluang untuk bisa menarik pemain ini dari Benfica musim panas mendatang.

- Giovani Dos Santos (Meksiko)

Usianya baru 21 tahun, tapi dia adalah pemain paling terkenal yang ada di skuad Meksiko saat ini.

Bukan karena wajahnya yang cute, tapi karena kemampuannya mengolah bola, dan memainkan tempo permainan, tapi juga karena kematangannya dalam bermain. Performa impresifnya itu didapat dari proses belajar di Barcelona, saat masih berada di akademi yang sama bersama Lionel Messi, Bojan Krkic dan Andres Iniesta.

- Gregory Van Der Wiel (Belanda)

Menjadi pilihan utama di sektor pertahanan Ajax Amsterdam, bek kanan berusia 22 tahun itu pun mentransfer kemampuannya di skuad Belanda. Hasilnya, dia mendapat rapor positif dari pelatih Bert Van Marwijk.

Van Marwijk juga tak lagi cemas menurunkan Van der Wiel jika dia minim opsi di jantung pertahanan. Tiga penampilan di sesi kualifikasi bersama Belanda membuktikan jika performanya sudah diakui.

Belum cukup bukti? Well, sejumlah tawaran yang datang dari Chelsea, Liverpool, Arsenal, Juventus dan Bayern Muenchen untuk bisa mendapatkan pemain bernomor punggung #2 itu bisa dijadikan bukti jika kemampuannya tak lagi diragukan.

- Holger Badstuber (Jerman)

Salah satu pemain muda yang terpilih masuk ke skuad Jerman. Dasar pertimbangan pemain berusia 21 tahun itu bisa terpilih adalah penampilan impresifnya bersama Bayern Muenchen di sektor belakang.

Yang lebih mengagumkan lagi, musim ini merupakan musim pertamanya berada di skuad utama Bayern, sekaligus menjadi tahun pertama dia membela Jerman di turnamen paling bergengsi, Piala Dunia 2010. Hal ini bisa disimpulkan jika Badstuber sudah memenuhi kriteria sebagai pemain masa depan Jerman di sektor belakang.

- Hector Moreno (Meksiko)

Pemain berusia 21 tahun itu merupakan pemain alternatif di sektor belakang, terutama jika Rafael Marquez absen. Pemain yang membela AZ Alkmaar itu juga tampil ciamik setiap mendapat kepercayaan tersebut.

Moreno juga termasuk dalam generasi emas Meksiko kala meraih gelar juara dunia U-17 di tahun 2005.

Similar Threads ::